Gerakan Nasional Compost Day Kompos Satu Negeri

Ming, 26 Februari 2023 | 76 Views

Muara Teweh – Guna mencapai target Zero Waste Zero Emission dari subsektor sampah, sudah sepatutnya pengelolaan sampah organik yang baik dan benar menjadi determinan, hal ini diperlukan aksi nyata pengelolaan sampah organik yang lebih massive dengan melibatkan seluruh masyarakat.

Kegiatan di Kabupaten Barito Utara dilaksanakan di Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPA) Km 13 Muara Teweh – Puruk Cahu, Minggu (26/2/2023).

Bupati Barito Utara H Nadalsyah dalam sambutanya yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Eveready Noor mengatakan salah satu upaya mengurangi timbulan sampah Food Waste sampah dari makanan yang bisa menyumbang gas metan cukup besar ke atmosfir adalah mengolah sampah menjadi kompos.

“Sudah saatnya kita memandang sampah punya nilai ekonomi, nilai guna dan manfaat sehingga tidak layak dibuang percuma. Pelaksanaan komposting, bank sampah dan gerakan 3R adalah langkah nyata kita membumikan perubahan paradigma pengelolaan sampah,” kata Eveready Noor menyampaikan sambutan bupati.

Dikatakannya, keberhasilan didalam pengelolaan sampah tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. “Untuk itu saya mengharapkan agar kita semua ikut berkontrubusi aktif didalam pengelolaan sampah dengan berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recyle) melalui pengomposan atau composting dan bank-bank sampah,” kata dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Barito Utara Ir Inriaty Karawaheni mengatakan bahwa alasan dilaksanakan gerakan compost day-kompos satu negeri dan penanaman di TPA adalah agar gerakan ini merupakan titik awal untuk kita semua pentingnya mengelola sampah yang dihasilkan untuk mengurangi timbulnya sampah dan adanya keterbatasan area TPA.

“Diharapkan agar kita semua untuk mulai melakukan pemilihan sampah organik dan anorganik,organik dengan cara pengomposan serta anorganik dengan cara dipilih dikumpulkan dan diserahkan ke bank sampah.Penanaman di TPA dengan tujuan merivitalisasi lahan bekas tumpukan sampah dan mengurangi bau serta menyaring gas-gas buang dari TPA,” kata Kadis DLH, Inriaty Karawaheni.

Diwaktu yang sama juga dilaksanakan praktek pengolahan kompos dan penanaman pohon dilingkungan TPA bekas tempat penumpukan sampah di KM 13 Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu, Minggu (26/2/2023).(al)

iklan

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *