Warga Sabuh : “Terimakasih Bapak Koyem dan Keluarga”

Rab, 4 Januari 2023 | 256 Views

Muara Teweh- Warga masyarakat Desa Sabuh, Kecamatan Teweh Baru Ucapkan terima kasih atas pembangunan Jembatan Gantung Akhmad Gunadi (AG) yang baru diresmikan Bupati H.Nadalsyah atau yang sering dipanggil Bapak Koyem.

Barlin warga masyarakat yang merupakan anggota linmas dan juga berprofesi sebagai petani ladang merasa sangat terbantu pembagunan Jembatan Akhmad Gunadi ini, baik untuk mempercepat perjalanan ke Kota Muara Teweh atau ke ladang yang berada diseberang kampung.
“Sebelum diresmikan kami sudah menggunakan fasilitas ini untuk keperluan masyarakat dan sangat bermanfaat sekali, terimakasih kepada Bapak Koyem dan keluarga terkhusus bapak Akhmad Gunadi yang telah memberikan pembangunan jembatan ini,” ucapnya.

Rahman keturunan masyarakat Sungai Tiwei berharap Pembangunan atau bantuan juga bisa dilaksanakan di desa-desa lain di kabupatennya Barito Utara seperti yang telah bertahun-tahun dilakukan oleh Bupati H. Nadalsyah.
“Terimakasih atas bantuannya Bapak (Nadalsyah,red-) dan keluarga semoga tetap sehat dan tetap berkarya untuk daerah” amin,”ucapnya.

Sementara Bupati Barito Utara, H. Nadalsyah mengungkapkan saat memasuki Tahun 2020 Pada Bulan Maret akibat Pandemi Covid-19 Anggaran Pendapatan dan belanja daerah semua mengalami refocussing anggaran untuk pemulihan kondisi kesehatan masyarakat dan percepatan Vaksinasi Covid-19 sehingga pemerintah daerah sangatlah terbatas dalam menyelesaikan prioritas yang telah ditetapkan salahsatunya ialah pembangunan Infrastruktur. Oleh karena itu peran pihak ketiga/ perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Barito Utara sangatlah mendukung, maka melihat itu PT. Mitra Barito memberikan CSR nya yakni membiayai Pembangunan Jembatan Gantung Ini.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara Saya mengucapkan terimakasih kepada Komisaris Utama Mitra Barito yang Telah memberikan sumbangsihnya dalam pembangunan Jembatan Gantung Akhmad Gunadi Desa Sabuh Kecamatan Teweh Baru Ini,” ucapnya.

Hal ini dikatakannya guna mengakomodir permintaan para tokoh Desa Sabuh yang berkeinginan mempunyai jembatan penghubung ke desa lain. Ia juga menyampaikan pemberian nama pun atas dasar permintaan para tokoh setempat.

“Besar harapan kita semua Jembatan Gantung Akhmad Gunadi ini nantinya mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat selain itu juga bisa memangkas jarak Ke Desa Sabuh tidak lagi melalui Km.27 Desa Sikui, Tetapi Melalui Jalan Malawaken-Benangin,” katannya.

Jembatan gantung yang pembangunannya 100% menggunakan dana pribadi keluarga H. Nadalsyah mencapai Rp 7 miliar ini pekerjaannya diawasi dan disesuaikan dengan standar dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Utara dengan bentang utama jembatan 75 meter yang dari sisi Desa Sabuh 16 meter, jembatan penghubung arah Desa Sabuh seberang 24 meter dengan total panjang keseluruhan jembatan 115 meter dan lebar 2,5 meter yang dapat dilalui pejalan kaki, kendaraan roda dua maupun roda empat, jenis ambulans dan pickup, dengan beban maksimal 3 hingga 4 ton.(al)

iklan

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *