banner-iklan
banner-iklan
banner-iklan
banner-iklan

Hadiri Rapat Paripurna, Bupati Mura Sampaikan Terkait Pentingnya Prokes 5 M

Jum, 12 November 2021 | 90 Views

MURUNG RAYA – Bupati Murung Raya Perdie M. Yoseph sampaikan jawaban Pemerintah atas pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Murung Raya di rapat Paripurna ke 5 masa sidang II tahun 2021 DPRD Kabupaten Murung Raya, Kamis (22/7/2021).

Menjawab pandangan fraksi partai Demokrat dan Golongan Karya terkait dengan peningkatan kasus Covid-19 selama beberapa waktu ini, Bupati Perdie menjelaskan adalah disebabkan oleh mobilitas penduduk Murung Raya yang bisa kami pastikan bahwa 85% kasus adalah traveler (orang yang keluar/ masuk Murung Raya baik dalam pulau atau luar pulau).

Perdie menerangkan, Terkait dengan sikap masyarakat terutama didesa diwilayah Murung Raya yang didalam kehidupan sehari-hari terlihat normal seperti tidak ada pandemi, dalam hal ini pemerintah sudah melakukan berbagai upaya terutama sosialisasi dan edukasi tentang covid-19 dan bahayanya, akan tetapi di lapangan respon beragam dari masyarakat dan lebih banyak yang acuh tak acuh.

“Jadi seperti kontradiksi dengan yang ada di media, padahal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM sudah diterapkan hampir disemua desa dan kunci dari pencegahan Covid-19 adalah dengan menerapkan protokol kesehatan 5 M yang ketat, akan tetapi diakui masih banyak masyarakat yang abai dan sering melanggar protokol kesehatan (Prokes) tersebut,” ungkapnya.

Lanjutnya, Para petugas dari pihak pemerintah tidak bosan-bosannya telah melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan. Ini menjadi pekerjaan rumah kita semua baik dari pihak eksekutif, legislatif dan yudikatif untuk bahu-membahu agar bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan tersebut dalam mencegah dan menghentikan pendemi Covid-19 saat ini.

Dia mengatakan terkait cara pemerintah melakukan pemerataan vaksinasi di Kabupaten Murung Raya dapat di sampaikan pula bahwa pihaknya sudah melaksanakan vaksinasi secara rutin di seluruh kecamatan dan puskesmas yang tersebar di kabupaten Murung Raya.

“Selain itu Dinas kesehatan melalui puskesmas melaksanakan vaksinasi ke desa-desa di wilayah kerja masing-masing dan untuk desa-desa yang sangat terpencil Dinas kesehatan langsung ambil alih kegiatan vaksinasi ke desa tersebut. contohnya adalah desa tumbang naan, desa tumbang tohan, desa jojang parid (teronoi), desa tumbang jojang dan desa tumbang topus,” tutur Perdie. (Red)

iklan

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *