banner-iklan
banner-iklan
banner-iklan
banner-iklan

Forkopimda Mura Ikuti Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam dan Non Alam Kalteng

Sen, 29 November 2021 | 65 Views

PURUK CAHU – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Murung Raya mengikuti secara virtual rapat koordinasi (Rakor) kesiapsiagaan Pemerintah Daerah menghadapi bencana alam (banjir) dan bencana non alam (Covid-19) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah secara virtual dari aula A Kantor Bupati di Puruk Cahu, Rabu (17/11).

Hadir mengikuti rakor tersebut, Bupati Murung Raya yang diwakili Wakil Bupati Mura Rejikinoor, Sekda Hermon, Kapolres Mura melalui Kabag Ops Polres Mura Kompol Indras Purwoko, Danramil 07/ Puruk Cahu Lettu.Inf M.Saroni, para perwakilan Kepala Dinas/ Badan/ Satuan terkait lingkup Pemkab Mura serta stakeholder terkait.

Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran pimpin rakor yang diikuti secara virtual oleh Kepala Daerah dan Forkopimda Provinsi/Kabupaten/Kota, bertempat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng di Palangka Raya.

Gubernur dalam arahannya menyampaikan, diketahui bersama fenomena La Nina merupakan kondisi penyimpangan (anomali) suhu permukaan laut samudra pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin dan kondisi normalnya, La Nina dapat berlangsung selama beberapa bulan, perulangannya setiap beberapa tahun (siklus 2-8 tahun).

Sugianto mengingatkan kepada Bupati/Walikota dan stakeholder terkait untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana alam dengan terus menerus menginformasikan kepada seluruh masyarakat dan memastikan bahwa perkembangan informasi peringatan dini mengenai cuaca dari BMKG diterima dan dipahami oleh mayarakat, melakukan pengelolaan tata air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, misalnya dengan penyiapan kapasitas waduk, embung, danau, sungai dan kanal untuk antisipasi debit air berlebih.

“Pastikan infrastruktur/ sarana prasarana pengendali dan peringatan dini banjir dan longsor beroperasi dengan baik, menyiapkan dan mengelola seluruh sumber daya manusia, logistik dan peralatan, penyiapan sarana dan prasarana untuk penangan keadaan darurat bencana (jalur dan tempat evakuasi, lokasi pengungsian), serta penyiapan fasilitas layanan kesehatan sesuai dengan penerapan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan agar setiap kepala daerah dan jajarannya terkait dapat mengaktifkan tim siaga bencana untuk memantau sekitar akan gejala awal terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang, mengaktifkan Pusdalops daerah yang terkoneksi dengan pusat-pusat data, informasi, dan komunikasi kelembagaan terkait di Pusat dan Provinsi, Kabupaten, Kota sekitar serta apabila diperlukan dapat menetapkan status darurat bencana dan pembentukan Pos Komando penanganan darurat bencana serta aktivasi rencana kontigensi menjadi rencana operasi.

Sementara itu Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo menekankan agar proses vaksinasi dapat dilaksanakan lebih optimal, stakeholder terkait terus mengenjot pelaksanaan vaksinasi massal di setiap daerahnya masing-masing. 

“Untuk itu, kami berharap kepada warga yang belum divaksin agar segera divaksin, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ucapnya.

iklan

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *