banner-iklan
banner-iklan
banner-iklan
banner-iklan

Data Terkonfirmasi Positif Covid-19 Beda, Ini Penjelasan Satgas Murung Raya

Sel, 17 Agustus 2021 | 945 Views

Guna memberikan penjelasan secara detail, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mura melakukan pers release dengan dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Satgas, Rejikinoor dengan didampingi Ketua Harian Satgas Covid-19 Mura, Drs Hermon yang berlangsung di Aula Gedung A Setda Mura, Selasa malam (17/8/2021).

Rejikinoor yang juga Wakil Bupati Mura menjelaskan terdapat perbedaan yang cukup jauh terhadap data sebaran pasien Covid-19 Provinsi Kalteng yang ramai diperbincangkan sehingga perlu diberikan penjelasan dan keterangan secara resmi dan real agar tidak ada kesimpangsiuran.

“Data kita yang sebenarnya untuk jumlah kasus penambahan 33 orang dengan total jumlah positif sebanyak 174 pasien, sedangkan yang telah sembuh 9 orang dengan total kesembuhan sebanyak 2017 dan yang meninggal dunia bertambah 1 pasien dengan total 35 pasien. Sehingga jumlah keseluruhan kasus hingga saat ini sebanyak 2225 kasus Covid-19,” terang Rejikinoor.

Untuk rincian pasien yang terkonfirmasi positif yakni untuk Kecamatan Murung 120 pasien, Kecamatan Laung Tuhup 19 pasien, Kecamatan Tanah Siang 18 pasien, Kecamatan Tanah Siang Selatan 7 pasien, Kecamatan Sumber Barito 1 pasien, Kecamatan Barito Tuhup Raya 1 pasien, Kecamatan Seribu Riam 1 pasien, Kecamatan Permata Intan 2 pasien, Kecamatan Sungai Babuat 1 pasien, Kecamatan Uut Murung 1 pasien.

Atas permasalahan data tersebut, Wakil Bupati Mura meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Mura segera melakukan sinkronisasi terhadap data sebaran ini agar tidak ada tumpukan data yang masuk kepada Satgas Covid-19 Provinsi Kalteng dengan berkoordinasi dengan baik.

Kemudian, Rejikinoor berikan jawaban terkait dengan kasus meninggal dunia yang mengalami peningkatan bahwa ada beberapa tudingan yang disampaikan terkait tingginya angka meninggal karena kekurangan oksigen. “Kami pastikan itu tidak benar, Satgas Covid-19 di Mura terus berupaya memberikan penanganan terbaik, tingginya kasus meninggal disebabkan ketika adanya pasien yang sudah mengalami gejala berat baru dibawa ke RSUD Puruk Cahu,” tutupnya. (Mur)

iklan

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *