banner-iklan
banner-iklan
banner-iklan
banner-iklan

Pemkab Kotim Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Jelang Ramadhan

Rab, 9 Februari 2022 | 441 Views

Foto - Sekertaris Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Juliansyah (kemeja batik) saat memantau harga minyak goreng di ritel modern, pasar dan swalayan.(Fit).

SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Juliansyah meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat untuk mengantisipasi lonjakan harga sembako menjelang bulan ramadhan.

“Ini yang perlu diantisipasi, dinas terkait harus rutin memantau fluktuasi harga kebutuhan pokok agar jika terjadi lonjakan bisa segera diantisipasi,” kata Juliansyah di Sampit, Rabu (9/2).

Juliansyah mengingatkan tidak lama lagi akan tiba bulan suci ramadhan maka perlu dilakukan antisipasi agar harga kebutuhan pokok tidak sampai melambung akibat meningkatnya permintaan.

Ia mencontohkan seperti melonjaknya harga minyak goreng yang terjadi belum lama ini, seharusnya sudah bisa diketahui ketika harga beranjak naik. Jika kemudian diambil langkah cepat maka harga tidak sampai melonjak tinggi dan membebani masyarakat.

Saat turun ke lapangan bersama rombongan Komisi II DPRD memantau harga minyak goreng belum lama ini, Juliansyah banyak berbincang dengan pedagang di Pusat Perbelanjaan Mentaya dan ritel modern. 

Pedagang di pasar tradisional umumnya mengaku menetapkan harga jual barang mempertimbangkan harga beli mereka dari agen atau distributor. Jika harga di tingkat agen atau distributor naik maka pedagang eceran juga akan menyesuaikan harga.

Sementara itu harga kebutuhan pokok di ritel modern masih bisa menyesuaikan harga yang ditetapkan pemerintah. Namun disayangkan barang sering kosong karena cepat habis.  

Menurutnya kondisi ini memang sangat dipengaruhi oleh hukum pasar yakni pasokan dan permintaan. Namun seharusnya ada upaya yang dilakukan pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian, yakni memastikan pasokan lancar agar stok terjaga sehingga harga tidak sampai melambung.

“Dinas Perdagangan harus sering berkoordinasi dengan agen atau distributor sehingga tahu kondisi pasokan dan stok dan harga tetap normal,” Demikian Juliansyah.(Fit).

iklan

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *