banner-iklan
banner-iklan
banner-iklan
banner-iklan

Ketua DPRD Kotim Minta PBS Bantu Pencegahan Karhutla

Jum, 4 Februari 2022 | 386 Views

Foto - Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Dra. Rinie Anderson saat ikut menghadiri kegiatan apel kesiapan pencegahan Karhutla yang digelar di Stadion 29 November Sampit, Kamis 3 Febuari 2022.(Fit).

SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Dra. Rinie Anderson mengimbau perusahaan besar swasta di daerah setempat untuk turut membantu pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang berkemungkinan terjadi.

“Meski saat hujan masih terjadi, tapi justru harus dari sekarang kita mengantisipasinya. Perusahaan perkebunan dan lainnya diharapkan juga membantu sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya karhutla (kebakaran hutan lahan)” kata Rinie di Sampit, Jumat (4/2).

Menurut Rinie, Kabupaten Kotawaringin Timur termasuk daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. Seperti pekan lalu, kebakaran sempat terjadi di sejumlah lokasi di Sampit setelah hujan tidak turun beberapa hari.

Luasnya sebaran gambut yang kedalamannya hingga belasan meter, membuat Kotawaringin Timur rawan kebakaran lahan. Gambut mudah kering saat kemarau sehingga mudah terbakar, padahal pemadamannya sulit karena api membakar ke dalam tanah meski di permukaan tanah sudah padam.

Untuk itu langkah terbaik adalah melakukan pencegahan dini agar jangan sampai terjadi kebakaran lahan. Masyarakat harus terus diedukasi dan diingatkan tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan sehingga tidak ada yang membuka lahan dengan cara dibakar.

Perusahaan besar swasta yang ada di daerah ini diharapkan juga peduli membantu pencegahan ini. Perusahaan melalui kewajiban program CSR (corporate social responsibility) atau tanggung jawab sosial perusahaan, bisa melakukan banyak hal untuk membantu.

“Kita harus bersama-sama mencegah dan menanggulangi karhutla. Tapi saya tetap menekankan bahwa langkah pencegahan dini sangat penting dan bisa kita optimalkan agar bencana karhutla dan kabut asap tidak sampai terjadi di daerah kita ini,” ungkap Rinie.

Ia juga mengapresiasi kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Kewaspadaan tinggi harus dilakukan dan tidak boleh lengah karena kebakaran bisa terjadi kapan saja jika gambut dalam kondisi kering, terlebih saat kemarau.(Fit).

iklan

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *