banner-iklan
banner-iklan
banner-iklan
banner-iklan

DPRD Minta Harga Tak Sesuai HET Operasi Pasar Gas Elpiji Subsidi Perlu Dilakukan Di Kotim

Kam, 21 April 2022 | 351 Views

Foto – Ketua Komisi II DPRD Kotim, Juliansyah T.Sos.(Fit).

Sampit – Jajaran Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) meminta agar pihak pemerintah daerah melalui instansi terkait membua operasi pasar gas elpiji, baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi. Hal ini dinilai perlu dilakukan guna menekan harga jual gas elpiji terutama bersubsidi tabung 3 kilogram yang sudah terlalu jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Pemerintah daerah melalui dinas teknisnya, kami minta bekerja sama dengan pihak Pertamina dan agen distributor lainnya untuk membuka operasi pasar terhadap gas elpiji ini, terutama di masa-masa bulan Ramadan tahun ini, daerah harus bisa menekan harga gas yang sudah terlalu mahal melebihi harga HET yang sudah ditentukan selama ini,” kata Ketua Komisi II Juliansyah T.Sos di Sampit, Kamis (21/04).

Menurutnya operasi pasar amat penting untuk diterapkan di daerah tersebut, mengingat tingkat kebutuhan masyarakat akan gas elpiji bersubsidi dan nonsubsidi tersebut sangat tinggi. Hal ini dinilai memberikan peluang bagi agen dan para pedagang nakal yang ingin meraup keuntungan secara berlebihan.

“Untuk memutus mata rantai praktek nakal para agen dan pedagang ini, harus kita lakukan langkah-langkah strategis, diantaranya dengan membuka operasi pasar, setidaknya kita bisa menekan dan mengurangi beban masyarakat yang selama ini kian diresahkan dengan harga gas yang sangat mahal tersebut,” timpalnya.

Legislator Partai Gerindra ini menyebutkan, operasi pasar itu sendiri tidak mesti harus menunggu hari atau momen tertentu, bisa saja dilakukan setiap seminggu sekali di beberapa titik, baik perkotaan maupun wilayah pedesaan. Terobosan tersebut menurutnya merupakan langkah jemput bola, sembari memaksimalkan fungsi pengawasan baik dari instansi terkait hingga lembaga legislatif.

“Kami tentunya mendukung operasi pasar terkait gas elpiji ini di buka, kalau memang bisa dikerjakan kenapa tidak, artinya membuka operasi pasar ini tidak merugikan daerah ada sisi keuntungan meskipun sedikit, namun masyarakat juga berkurang bebannya, kita tidak bisa mengontrol terlalu detail apa yang terjadi di lapangan namun kita bisa mengurangi hal-hal negatif yang dirasakan masyarakat selama ini dengan langkah-langkah kecil yang bermanfaat,” tandasnya.

Juliansyah meyakini, dengan dibukanya operasi pasar gas elpiji ini nantinya, banyak masyarakat yang akan merasa diuntungkan. Sistem operasi pasar dengan mengedepankan jemput bola ini dinilai sangat membantu masyarakat ditingkat ekonomi kebawah yang selalu menjadi tumbal langka dan mahalnya gas elpiji bersubsidi di Kotim ini.

“Kita berharap saran dari kami Komisi II ini bisa segera direalisasikan oleh pemerintah daerah melalui pihak terkait, kalau memang ada kendala kami siap membantu agar masyarakat merasakan dampak positif dengan hadirnya pemerintah daerah hingga turun ke lapangan guna jemput bola,” tutupnya.(Fit).

iklan

Baca Juga

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *